Kemelut Indonesia akibat Hilangnya Budaya Asli Bangsa

February 17, 2006 at 6:05 am Leave a comment

Palembang – Kemelut yang terjadi di Indonesia disebabkan hilangnya budaya asli bangsa yang terkontaminasi budaya Barat, sehingga negara ini kehilangan arah dalam mengimbangi kemajuan zaman.

Staf pengajar Jurusan Sejarah dan Ketua Pusat Kajian Sosial-Budaya dan Ekonomi (PKSBE) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Padang (UNP), Dr Mestika Zed, mengatakan hal itu di Palembang, Senin (26/7), dalam seminar sehari bertajuk Sejarah dan Budaya Palembang.

“Bangsa ini banyak durhaka terhadap warisan tradisional milik leluhur, sehingga Indonesia menjadi terpuruk,” katanya.

Menurut ahli sejarah penulis buku-yang diangkat dari disertasinya-berjudul Kepialangan Politik dan Revolusi, Palembang 1900-1950 ini, masyarakat zaman dahulu memiliki sikap sosial yang tinggi antarsesama dan memiliki kesadaran untuk menaati peraturan yang ditetapkan pemerintah. Akan tetapi, sekarang hal itu sangat sulit ditemukan.

“Kalau dulu, khususnya di era tahun 1930-an, rakyatlah yang datang secara sukarela menyumbangkan sebagian penghasilannya untuk pemerintah, tetapi sekarang hanya sedikit rakyat yang punya kesadaran tinggi seperti itu,” ujarnya.

Selain sikap sosial yang tinggi, rakyat zaman dulu juga memiliki kepedulian yang tinggi dalam menjaga lingkungan di sekitarnya, sehingga kondisi alam pada era tersebut sangat cantik dan menawan. Sebaliknya, pada zaman modern seperti sekarang, sikap seperti itu tampaknya sudah “luntur” di hati rakyat Indonesia, sehingga alam menjadi panas dan tidak bersahabat lagi dengan manusia karena telah tercemari.

Pada abad ke-20, kata Mestika, kondisinya tidak separah sekarang, karena saat itu nilai-nilai religius masih dijaga dan dipatuhi dengan baik. Namun, sejak masuknya pengaruh Barat di negeri ini hal itu perlahan-lahan mulai luntur.

“Saat itu nilai-nilai religius, khususnya Islam, sangat kental di Indonesia. Sekarang? Generasi muda kita mulai seperti orang bule,” ujarnya.

Pergaulan bebas, narkoba, dan tawuran telah menjadi ciri khas generasi muda di era milenium sekarang, sehingga kalau dibandingkan dengan zaman dahulu ibarat Bumi dengan langit. Untuk mengatasi hal itu, maka pemerintah perlu menghidupkan kembali budaya asli bangsa, karena hanya dengan cara tersebut Indonesia bisa keluar dari krisis multidimensi.

“Jadi, zaman boleh maju dan orang bisa pergi ke Bulan, tetapi adat-istiadat yang menjadi ciri khas bangsa ini harus tetap dijaga dengan baik dan tidak boleh luntur oleh zaman,” kata Mestika Zed mengingatkan.

Sumber: Kompas, Selasa, 27 Juli 2004

Entry filed under: News. Tags: .

Orang Minang Kini ‘Terkurung di Luar’ Somewhere in the Jungle: Pemerintah Darurat Republik Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

February 2006
M T W T F S S
    Mar »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728  

Most Recent Posts


%d bloggers like this: